Berita

Haflah 25 Ponpes Al-hamidiyah Gubenur NTB Tandai Peletakan Batu Pembangunan Masjid Iwali Abdullah Al-Mihwari

×

Haflah 25 Ponpes Al-hamidiyah Gubenur NTB Tandai Peletakan Batu Pembangunan Masjid Iwali Abdullah Al-Mihwari

Sebarkan artikel ini

Lombok Barat- Haflah 2025 dan haul Ke-12 ponpes Al-hamidiyah Kediri Lombok Barat di hadiri ratusan jemaah santri-santriwati, turut hadir ntb/">Gubernur NTB, Lalu. M. Iqbal, Pejabat dinas pendidikan provinsi,Karo kesra, dprd/">Anggota DPRD Provinsi NTB Komsih V camat Kediri dan tokoh agama dan masyarakat Lombok Barat.(1/6/2025)

Dalam sambutannya gubernur NTB menegaskan. Perjuangan santri itu, seumur hidup, dan santri merupakan pendiri bangsa seperti bung karno hatta dan 50 persen tokoh nasional merupakan santri, sehingga santri ini merupakan garda terdepan dalam perjuangan Indonesia yang sudah mendunia.

“Santri merupakan jalan fi Sabilillah karena semua langkahnya yang baik terutama menuntut ilmu merupakan jalan Tuhan yang maha kuasa” jelas Mantan Dubes Tukri Itu

Dirinya juga mengajak santri untuk selalu mendoakan guru dan gurunya para guru supaya keikhlasan ilmu yang di ajarkan itu selalu mengalir kepada para murid-muridnya sehingga mendapatkan keberkahan di hadapan Allah SWT.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-11 DPD II Partai Perindo Lombok Barat Gelar Pengobatan Gratis

 

” Jangan lupa untuk selalu mendoakan Guru dan gurunya para guru kalian untuk mempertebal keikhlasan beliau dalam mengajarkan ilmunya” Ucapnya

 

Pimpinan ponpes Al-hamidiyah Kediri Lobar, TGH. Dr. Iqbal Murad Menegaskan pihaknya memberikan apresiasi kepada Gubenur NTB dan seluruh tamu undangan yang berkesempatan hadir. pondok pesantren Al-hamidiyah jelasnya konsen kepada tiga hal yakni pertama adalah al-hifzu konsefasi pendidikan Islam kendati zaman sudah berubah namun namun kami tetap mempertahankan dasar-dasar dari apa yang di ajarkan oleh para guru dan tokoh agama pendahulu kami.

 

” Konsefasi pendidikan Islam, kami pertahankan dasar yang di ajarkan oleh guru-guru kami terdahulu” terangnya

 

Baca Juga :  Polres Lobar  Tingkatkan Kemampuan Teknis Lalu Lintas

Selanjutnya adalah al-ahzu atau adaptasi bagaimana kita beradaptasi dengan sistem pendidikan yang saat ini tengah berkembang di Nusa tenggara Barat atau di lombok sehingga lengkap apa yang di dapatkan oleh para santri dan santriwati Al-hamidiyah

 

“Konsep pendidikan ini kami terapkan karena kami harus beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini”

 

Yang ketiga adalah (al- ijadu) berkreasi kami berkrasi dengan potensi yang kami miliki dengan mengkolaborasikan budaya seperti adat sasambo hadir di ponpes untuk mewarnai kegiatan ponpes.

 

” Kami hadirkan budaya seni musik sasambo, ada tarian, musik gedang belek, dan musik islami menjadi satu untuk NTB” ujarnya

 

Kegiatan tersebut juga di rangkaikan dengan, penyematan tanda almumni penghargaan kepada para santri-santriwati hingga penyerahan sertifikat Hafidz yang sanadnya bersambung dengan Rasullullah kepada penyerahan Piagam Sanad Hafalan Al-Qur’an 30 Juz dari para masyaikh Madrasah Shoulatiyah Mekkah kepada Lalu M. Akram Al-Iyazi. Sementara agenda utama juga di lakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid yang di bantu pembangunannya oleh Iwali Abdullah Al-Mihwari Saudi Arabia yang di rencakan di bengun di atas lahan seluas 21 are di belakang pondok putri atau kampus dua ponpes Al-hamidiyah.

Baca Juga :  Soal Beasiswa, Simak Penjelasan Lalu Iqbal untuk NTB ke Depan!

Peletakan batu pertama di awali langsung oleh gubernur NTB L. M.Iqbal di lanjutkan dengan para tokoh agama dan masyarakat hingga Dewan Udaya Provinsi NTB. Semua berharap dengan di bangunnya masjid tersebut maka pengembangan ponpes Al-hamidiyah menjadi lebih maju daalam mengkaji ilmu pengetahuan yang lebih modern namun nuansa islami tradisional masih sangat kental.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *