Mataram- Ribuan masyarakat yang tergabung dalam, Laskar Muhajirin Independen (LMI) Bersama relawan Tegar NTB, Relawan Iqbal Dinda, dan seluruh relawan Di NTB, menggelas aksi unjuk rasa menyusul penghinaan terhadap gubenur NTB, yang di lakukan oleh pemilik akun Facebook Abiman Abiman, yang dalam postingannya menghina dan melecehkan pribadi gubernur dengan keluarganya. Pada Juma’at (20/6/2025).
M.Sarki Kordinator aksi menyerukan supaya Polda NTB dan jajarannya untuk segera memproses pemilik akun tersebut pasalnya apa yang dibposting telah merendahkan bukan saja gubrenur beserta keluarga tapi simbol negara atau pemerintahan di NTB.
“Boleh mengkritik dengan media sosial namun dengan etika dan estetika” terang Sarki
Dirinya juga mendesak Polda NTB segera memproses dan menahan pelaku” Terang M. Sarki
Sementara dari relawan JPS Suhaimi menegaskan jika seluruh pemuda silahkanengkeitik apa saja yang menjadi program gubenur tapi berikan solusi yang baik dan jangan menghina beliu karena sama saja dengan menghina kami selaku relawan beliau.
” Silahkan saja kritik gubernur kami tapi jangan menghina beliau kami ikut tersakiti” terang Suhaimi
Relawan semeton Iqbal Amrillah menyampaikan jika penghinaan terhadap gubernur membuat amarah hingga rasa luka yang mendalam sehingga Kapolda di desa supaya segera memproses Abiman Ambiman tersebut.
“Gubernur yang di Hina dengan penghinaan yang keji tapi kami juga yang tersayat hati kami” terang Amrillah
Relawan Tegar NTB Wayan menegaskan jika harus di bedakan mana kritik dan penghinaan sehingga kami sangat tersakiti dengan hal tersebut.
” Pak Gubernur tentunya tidak anti kritik tapi keritik yang membangun bukan menghina” tegasnya
Dalam kesempatan ini di sampaikan pernyataan sikap yang dibacakan di lokasi aksi, LMI bersama Aliansi Masyarakat NTB menyampaikan empat poin tuntutan, yakni:
1. Mendesak Polda NTB untuk segera memproses hukum pelaku ujaran kebencian terhadap Gubernur NTB dan keluarga.
2. Mendesak Polres Bima untuk segera mengamankan pemilik akun Facebook Abiman Abiman, yang dinilai meresahkan masyarakat.
3. Menuntut kepastian hukum demi menjaga kehormatan pemerintah daerah dan stabilitas sosial di NTB.
4. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
Aksi damai berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Setelah menyampaikan orasi, sebanyak 20 perwakilan massa diterima langsung oleh pihak Polda NTB untuk mendengarkan penjelasan serta arahan lebih lanjut.












