Lombok Barat- Puluhan warga Desa Kuripan Utara berunjuk rasa di depan Kantor Desa sebagai bentuk protes terhadap Kepala Desa (Kades) Asmawi. Aksi demonstrasi ini dilatarbelakangi oleh ketidaktahuan warga mengenai sejauh mana realisasi program-program yang dijanjikan oleh Kades dalam kampanye. Fokus utama masyarakat terletak pada isu-isu penting, terutama berkaitan dengan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan yang sampai saat ini belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Senin, 23/6/2025
Dalam aksi damai yang dihadiri sebanyak 70 personel dari Polres dan Polsek Kuripan, warga mengajukan empat tuntutan utama. Pertama, mereka meminta perbaikan jembatan tua Perengge yang dalam kondisi kritis dan dianggap sangat berisiko. Kedua, warga menuntut rekrut ulang Pengurus Koperasi Merah Putih yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaan. Ketiga, mereka mendesak Kades Asmawi untuk mengeksekusi visi dan misi yang dienangkan saat kampanye, yang hingga saat ini belum sepenuhnya terwujud. Terakhir, warga meminta agar program kebersihan dan pengelolaan sampah yang terkesan tidak efektif segera ditingkatkan.
Mendengar aspirasi warga, Kades Asmawi berusaha merespons dengan positif. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran warga dan mengundang mereka masuk ke dalam kantor desa untuk melakukan mediasi. Dalam pertemuan tersebut, Asmawi meminta maaf jika ada informasi yang belum sepenuhnya disampaikan kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa berbagai masalah di desa telah ditangani dengan cara kolaboratif, di mana keterlibatan aktif masyarakat sangat penting.
Asmawi menekankan pentingnya peran serta setiap kepala keluarga dalam program pengelolaan sampah, yang bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun program tersebut masih dalam tahap pengembangan, ia menunjukkan optimisme dengan dampak positif yang mulai terlihat di beberapa dusun, seperti Perengge dan Pelulan.
Lebih jauh, Kades Asmawi menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur Desa Kuripan Utara tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran desa; bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga berperan dalam mendukung berbagai proyek pembangunan. Ia mengakui adanya tantangan, termasuk permasalahan hunian yang layak, dengan catatan sebanyak 170 rumah yang masih belum terselesaikan.
Nasrullah, koordinator demonstrasi, menekankan perlunya tindakan nyata terkait infrastruktur, khususnya masalah jembatan di Dusun Perengge. Ia berharap Kades Asmawi dapat memperjelas komunikasi dengan dinas terkait agar penanganan masalah jembatan dapat dipercepat.
Dalam pertemuan tersebut, Kades Asmawi berkomitmen untuk memastikan setiap kegiatan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dilakukan dengan transparan. Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan warga agar setiap kebijakan dapat terasa manfaatnya oleh masyarakat.
Menyadari potensi masalah lain, Nazril, koordinator lain dalam aksi, mengingatkan perlunya perhatian terhadap pengolahan sampah yang kerap menyebabkan banjir. Ia mengingatkan bahwa tumpukan sampah yang tidak terkelola baik dapat mengganggu akses masyarakat, terutama saat musim hujan.
Dalam responnya, Kades Asmawi menegaskan bahwa pelaksanaan semua program pembangunan akan diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat. Ia berjanji untuk menjaga komunikasi yang baik antara pemerintah dan warga agar masyarakat dapat merasakan dampak positif dari setiap kebijakan yang diambil.
Aksi demonstrasi di Desa Kuripan Utara mencerminkan suara rakyat yang menginginkan kemajuan nyata di daerah mereka. Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan semua tuntutan dapat ditanggapi dan direalisasikan dengan baik oleh pihak kepemimpinan desa, menuju pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat.












