BeritaPendidikan

Komisi VIII DPR RI Dr. Nanang Samodra Sekolah Rakyat Akan Mampu Sejahterakan Rakyat 

×

Komisi VIII DPR RI Dr. Nanang Samodra Sekolah Rakyat Akan Mampu Sejahterakan Rakyat 

Sebarkan artikel ini

Lombok Barat- Komisi VIII DPR RI Dapil Pulau Lombok Dr. Ir. H. Nanang Samodra dampingi Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tinjau sekolah rakyat di Paramita Mataram, soal infrastruktur yang telah di siapkan oleh kementrian pekerjaan Umum untuk mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

Nanang Samodra mendukung penuh sekolah rakyat tingkat pertama setara (SMP) yang di programkan presiden itu pasalnya dengan hadirnya sekolah tersebut di hajatkan untuk pementasan kemiskinan ekstrim.

“Kami dukung sekolah rakyat tingkat pertama (SMP) ini, koprasi merah putih saja kami dukung apalagi program ini” terang Nanang Samudra di hadapan awak media pada Senin (28/7/2025)

Kami juga sangat berharap banyak terangnya soal sekolah rakyat tersebut bisa mengangkat harkat dan martabat kepada mereka yang berada di bawah desil sepuluh mampu merubah hidup menjadi lebih baik.

” Dengan program ini nantinya orang-orang yang di bawah desil sepuluh mampu sejahtera dan di angkat martabatnya lebih baik di masa yang akan datang” lanjutnya

Metode pembelajaran di sekolah tersebut dengan metode Boarding school yang di bina oleh para pembina khusus dengan fasilitas yang baik. Metode sekolah tersebut sudah mulai membuat orang-orang lain iri karena kwalitas pendidiknya yang baik. Sehingga para pendamping PKH di harapkan melalukan seleksi ketat hanya mereka yang masuk kategori desil satu dan desil dua yang berhak mendapatkannya.

Baca Juga :  Emak-emak Di Tempos Deklarasikan Diri Dukung Pasangan Manis

” Harus hati-hati dengan data yang menjadi peserta sekolah rakyat” terangnya

Data yang digunakan terangnya merupakan Data Tunggal Sensus Ekonomi Nasional (DTESN) yang dipadukan dengan data Terpadu  Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga data tersebut yang di cari sehingga nanti ketemu siapa yang berhak masuk sekolah rakyat.

” bukan siapa yang mau sekolah tapi di cari kelurga siswa yang miskin ekstrem bay name by adders” ungkapnya

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat H. L Winengan mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat Sentra Paramita harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat ini sangat istimewa. Siswa tidak saja mendapat Sekolah gratis, namun juga mendapat bimbingan belajar secara intensif dari tenaga pengajar atau guru profesional dan terpilih.

“Jangan salah, tenaga pengajar di Sekolah Paramita ini merupakan orang yang qualified.Mereka terpilih dan harus memenuhi syarat khusus seperti toofel dan sebagainya,” ujar Miq Winengan sapaan karibnya kepada wartawan

Sekolah rakyat Sentra Paramita resmi beroperasi pada 14 Juli 2025. Sebanyak 100 siswa / siswi dari kalangan tidak mampu ditempatkan di asrama untuk mengenyam pendidikan gratis. Ini tentu sangat menguntungkan di tengah gegap gempita orang tua ingin menempatkan anak mereka di sekolah unggulan.

Baca Juga :  Penjualan Tiket MotoGP Mandalika Tembus 87 persen, Troy Reza Warokka: Kami Pastikan Lebih Baik Dari Tahun Sebelumnya

Sekolah rakyat Sentra Paramita justru hadir untuk kepentingan siswa/siswi kurang mampu baik yang berasal dari keluarga miskin maupun miskin ekstrim.

Di samping tenaga pengajar yang berkualitas, siswa/siswi juga dipantau tim pendamping selama aktivitas di asrama. Tenaga pendamping ini juga sudah disaring sedemikian rupa oleh Kementerian Sosial.

Para siswa juga mendapat fasilitas lengkap baik ruang belajar representatif, laboratorium bahasa, fasilitas internet gratis, fasilitas olahraga, hingga asupan makanan bergizi. Bahkan, kedepannya juga kesehatan para siswa pun tidak luput dari perhatian.

“Justru karena semua terjamin maka kami berharap Sekolah Rakyat Paramita ini harus dimanfaatkan dengan baik.

Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat terus bersinergi dengan sejumlah pihak untuk mendata jumlah masyarakat miskin dan miskin ekstrim agar program ini tepat sasaran. “Data yang kita pakai saat ini adalah data sebenarnya. Jika sebelumnya data penerima raskin itu angkanya mencapai 91 ribu, sekarang sudah berkurang menjadi 70 ribu. Ini kan sudah tersisir dengan baik,” paparnya.

Baca Juga :  Pilkada Lobar: 1 Rintun, 2 Dafa 3. Manis 4. Laz -Adha

Dia optimis data yang digunakan untuk menjaring siswa Sekolah Rakyat ini adalah data resmi. Maka itu, dia menepis anggapan bahwa ada orang mampu atau kalangan kaya yang menerima manfaat Sekolah Rakyat itu.

Miq Winengan memaparkan bahwa sesuai data Dinas Sosial, jumlah masyarakat miskin ekstrim saat ini 1,57 persen setara dengan 12.307. Di Lombok Barat mencapai 12,6 persen setara dengan 106 ribu penduduk miskin.

Dia juga meluruskan berita terkait keberadaan lalat di kawasan Sekolah Rakyat Paramita yang dinilai bukan hal signifikan. Terlebih, kawasan lingkungan asrama dan sekolah juga sangat bersih dan rapi.

Adapun terkait anak yang kesehatannya terganggu, menurutnya disebabkan banyak faktor. Secara psikologi siswa/siswi Sekolah Rakyat merupakan siswa baru yang jauh dari orang tua. “Mungkin bisa jadi mereka lagi kangen, kepikiran sehingga memengaruhi kesehatannya. Bisa juga faktor lain karena dalam proses adaptasi dengan lingkungan baru. Bukan karena faktor bakteri lalat,” tegasnya.

Miq Winengan juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui kementerian sosial karena telah menunjuk Kabupaten Lombok Barat sebagai tempat rintisan Sekolah Rakyat yang selanjutnya akan dibangun Sekolah Rakyat yang lokasinya sedang disurvei oleh kementerian PU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *