BeritaPendidikan

DPR RI Komisi VIII Dr. H. Nanang Samodra Dorong Kampus Kolaborasi Ciptakan Pendidikan Madrasah Unggul 

×

DPR RI Komisi VIII Dr. H. Nanang Samodra Dorong Kampus Kolaborasi Ciptakan Pendidikan Madrasah Unggul 

Sebarkan artikel ini

Lombok Tengah- Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Dekomrat Dr. H. Nanang Samodra mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi Islam untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Batu keliang Lombok Tengah pada Jumaat (31/10/2025)

Kegiatan tersebut di hadiri oleh para guru madrasah dan pegiat pondok pesantren dan perguruan tinggi di Lombok Tengah kegiatan yang pertama di gelar di ponpes MA. Rabithatussaadah, Lendang Tengak, Selebung, Lombok Tengah menghadirkan Narasumber, Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA., M.Sc, Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd. Dan Dr. Hasbullah, M.Pd. Kegiatan tersebut mangambil tema, Sinergi Perguruan Tinggi dan Madrasah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Dr. Nanang  anggota Praksi Partai Demokrat itu, merekomendasikan langkah-langkah yang di ambil oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan kwalitas pendidikan di Lombok, pertama adalah meningkatkan kompetensi guru, ditengah perubahan zaman kemampuan guru harus selalu di upgrade.

Baca Juga :  Sahkan Revisi UU Haji Dewan Senayan Untuk Kemaslahatan Umat

” Kompetensi guru saat ini harus terus di tingkatkan baik dengan pelatihan atau dengan PPG” Jelas Nanang Samodra

Selanjutnya kurikulum dan materi ajar harus sesuai dengan perkembangan zaman ditengah kebutuhan dunia kerja yang sangat komplek maka komplek juga skill yang di butuhkan sehingga materi ajar harus terus berkembang.

” Dunia pendidikan harus bisa menyesuaikan kebutuhan dunia kerja sehingga kurikulum harus sesuai dengan dunia kerja juga” ucapnya

Selanjutnya pihaknya juga mengajak supaya perguruan tinggi dan madrasah terus bergerak melakukan penelitian bersama untuk menemukan formulasi pendidikan yang tepat untuk diterapkan dilembaga ponpes atau sekolah Islam negeri.

” Dengan sama-sama melakukan penelitian baik perguruan tinggi dan madrasah bisa menemukan formulasi yang tempat untuk sistem pendidikan yang lebih baik” ungkapnya

Sementara itu Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd. menjelaskan Sinergi perguruan tinggi dan madrasah dalam peningkatan mutu pendidikan namun sinergi yang dimaksud kita tidak bisa bedakan dengan negeri. Harus dipisahkan pola pendidikan negeri dengan swasta karena sistem yang diberlakukan sangat berbeda dengan yang di negeri dengan keterbatasan swasta atau madrasah itu mereka selalu memaksimalkan pendidikan yang disampaikan kepada siswa sesuai dengan berbagai macam metode yang mereka lakukan namun harus didasari oleh standarisasi pendidikan secara nasional.

Baca Juga :  Program Gizi di Desa Prabu Berikan Manfaat Nyata, ITDC Dorong Kesehatan Ibu Hamil

” pendidikan di swasta sebenarnya lebih leluasa dalam mengatur pola dsn sistem pendidikan yang sesuai dengan standart pendidikan nasional” jelasnya

Prof. Azhari menekankan Orientasi pendidikan di pondok ini banyak mencari fenomena secara satu hal yang tidak kelihatan artinya keberkahan yang dicari berbeda dengan negeri semua diatur dengan sistem pendidikan yang sudah terformat oleh negara.

” kalau di madrasah orang lebih mengedepankan keberkahan bukan secara materi hal ini kan berbeda dengan yang di negeri mereka kebanyakan mencari materi yang kemudian berimplikasi kepada kinerja mereka.” Urainya

Tantangannya lanjut akademisi UIN Mataram itu, adalah ego dari madrasah setempat, hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga hubungan kerjasama tidak baik sehingga akan menggangu kwalitas pendidikan yang ada di madrasah tersebut.

Baca Juga :  Gelar Literasi Sadar Halal  DPR RI Komisi VIII Dr. Ir. H.Nanang Samodra Dorong NTB Jadi Pioner Produk Halal 

“ego lembaga harus di minimalisir dalam rangka menemukan formulasi pendidikan yang lebih maju” jelasnya

Harusnya terang Prof. Azhari bekerjasama dengan madrasah dan lembaga yang lebih banyak sehingga mendapatkan lebih banyak manfaat. Sinergi yang di lakukan hari ini harus menemukan implementasi kongkrit untuk mendapatkan formulasi pendidikan yang baik. Karena ibu bapak guru menjadi menjadi barometer dari pendidikan prilaku anak-anak sekolah.

” Bapak ibu menjadi barometer pendidikan dan prilaku siswa atau santri sehingga harus betul-betul memberikan contoh yang sangat baik bagi anak didiknya” ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *