Lombok Barat — Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) 2025 di Provinsi Nusa tenggara Barat (NTB) kembali menyemarakkan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lewat empat cabang olahraga tradisional, yaitu terompah panjang, hadang, egrang, dan dagongan. Ajang tahunan yang diinisiasi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional ini diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Antara lain, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Papua Tengah, NTB, Kalimantan Selatan, dan provinsi lainnya.
Salah satu kontingen yang mencuri perhatian adalah Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Jawa Timur, yang tampil luar biasa dan menyabet total 6 medali, yaitu 4 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Emas diraih dari kategori egrang beregu putri, hadang beregu putra, hadang beregu putri, dan dagongan beregu putri. Medali perak disumbangkan oleh tim terompah panjang kaki 5 beregu putra, sementara medali perunggu juga datang dari cabang dagongan beregu putri.
“Kami sangat bangga bisa membawa pulang empat emas. Ini bukti bahwa olahraga tradisional tak hanya seru, tapi juga mampu membangun semangat juang dan solidaritas tim,” ujar Ketua KORMI Jatim, Hudiyono, usai merayakan perolehan medali emas dengan atlet Induk olahraga Portina, di Lombok Barat , Kemarin (31/7/2025).
Atmosfer kompetisi terasa semarak di arena pertandingan. Penonton bersorak menyemangati tim kebanggaan masing-masing. Di lapangan hadang, strategi dan ketangkasan para pemain jadi tontonan menarik, sementara di arena dagongan, dorong-dorongan bambu menyulut semangat pantang menyerah dari tiap regu.
Festival ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan kembali olahraga rakyat kepada generasi muda. Koordinator lomba, Rini Wahyuni, mengatakan, “Kami ingin anak-anak mengenal olahraga leluhur yang sarat nilai kebersamaan, tradisi, dan sportifitas,” tutur Hudiyono.
Ia menambahkan, dengan prestasi gemilang seperti yang diraih Portina Jatim, Fornas 2025 di NTB diharapkan mampu membuktikan bahwa olahraga tradisional bisa menjadi panggung kebanggaan dan pelestarian budaya.(red)












