Berita

Merasa Di Dzolimi Yayasan Badrul Huda Bisiwanur Beberkan Kebenaran Persoalan SPPG Langko 

×

Merasa Di Dzolimi Yayasan Badrul Huda Bisiwanur Beberkan Kebenaran Persoalan SPPG Langko 

Sebarkan artikel ini

Lombok Barat- Pengurus Yayasan Badrul Huda Bisiwanur Desa gontoran kecamatan Lingsar Lombok blBarat, merasa keberatan dan sangat kecewa atas tindakan sepihak yang dilakukan oleh MR dan AM PIC salah satu SPPG di Desa Langko, karena mereka menyeret nama baik yayasan atas pemberitaan sejumlah media massa atas persoalan di internal management SPPG tersebut.

pengelola yayasan sangat dirugikan atas pemberitaan yang tidak berimbang yang disampaikan oleh oknum VIC SPPG langko tersebut. Pada Sabtu (22/8/2026)

Ketua yayasan Badrul Huda Binsiwanur Gontoran Zainul Muzakir , menyampaikan keberatannya di depan awak media saat ditemui di kediamannya Sabtu sore, bahwa pihaknya merasa sangat di dzolimi oleh oknum PIC ( Person in Charge) SPPG tersebut atas Informasi yang diberitakan di media massa dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

” Kami merasa sangat keberatan atas pemberitaan yang tidak benar oleh mereka” jelas Zainul Muzakir

Dalam hal ini jelas Zainul kenapa mereka yang merasa dizalimi oleh yayasan dan memposisikan seolah-olah yayasan yang bersalah, padahal kenyataannya justru sebaliknya mereka yang sebenarnya mendzolimi pihak yayasan dengan apa yang mereka lakukan.

Baca Juga :  Arus Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Periode Idul Adha Terpantau Lancar, Pengamanan Diperketat

” Mereka merasa didzolimi padahal apa yang dibeberkan di media itu, justru sebaliknya kami yang didzolimi” jelasnya

Selain itu juga jelas Zainul Kondisi psikologis manajemen dan pengurus yayasan terganggu akibat pemberitaan tersebut. Manajemen yayasan, menjadi amburadul akibat persoalan dan pemberitaan yang tidak benar yang di sampaikan oleh pengelola PIC dapur SPPG itu.

” Secara psikologis kami sangat dirugikan karena membuat management yayasan kami amburadul” tegasnya

Atas persoalan tersebut pihak yayasan akan mengambil langkah hukum Ke depannya, karena hal tersebut telah merusak citra yayasan dan mengganggu kegiatan di yayasan.

“pihak yayasan berencana mempertimbangkan langkah hukum untuk membalas tindakan tersebut jika diperlukan” ujarnya

Meskipun demikian, mereka menyatakan sangat siap dan bahkan berharap agar mediasi segera diadakan agar permasalahan ini dapat cepat selesai dan kelar tidak ada tuduhan yang tidak mendasar dialamatkan kepada pengelola yayasan Badrul Huda Binsiwanur.

Baca Juga :  Dukung Kesejahteraan Rakyat, Musyafirin Soroti Masalah Petani dan Nelayan di Sumbawa

” Kendati demikian kami membuka ruang mediasi dan kami sangat berharap adanya pertemuan tersebut biar dibuka kebenaran itu” ungkapnya

*Kronologi Persoalan Yayasan Badrul Huda Bisiwanur  Muncul Ke Ruang Publik*

Persoalan ini mencuat berawal ketika saudari SM Relawan SPPG pada divisi persiapan di pindahkan ke divisi pencucian ompreng namun PIC saudara MR marah dan tidak terima dengan keputusan tersebut sehingga menganggap itu sebuah pemecatan. Proses perpindahan tersebut merupakan hal yang wajar karena persiapan kinerja dari yang bersangkutan.

“tidak ada pemecatan yang dilakukan oleh SPPG hanya pergeseran ke divisi lain” jelasnya

* Soal Laporan-laporan Yang Dialamatkan Ke yayasan dan Mitra*

Laporan soal pelanggaran prosedur dan indikasi fraud, pihak yayasan dan management SPPG Langko Mengurai bahwa hal itu tidaklah benar dan tanpa dasar pasalnya semua laporan baik kwalitas bahan baku, dan jenis bahan baku ditentukan oleh SPPI dan management sesuai juknis dari BGN lengkap dengan mutu produk mereka tidak akan berani mengambil bahan baku jika tidak sesuai aturan.

Baca Juga :  NTB Rancang Museum Sebagai Ruang Edukasi, Riset, dan Identitas Budaya dalam Satu Atap

” PIC yang menentukan mitra suplayer bahan baku selama ini sehingga tidak benar kalau SPPG/ yayasan bermain” urainya

Selain itu soal laporan ganda dan manipulatif yang di beberkan ke media pihak yayasan dan SPPG jelas membantah keras karena semua laporan di sampaikan dengan transparan dan akuntable.

” Tidak ada manipulasi laporan ganda karena management dapur menyampaikan pelaporan sesuai dengan juknis kepada mitra dan yayasan” Tutupnya

Selanjutnya soal tuduhan-tuduhan konspirasi antara kepala SPPG, mitra dan yayasan sehingga membuat management SPPG terganggu dari pengadaan bahan baku, insentif kepada mitra dan pengelolaan limbah dan aset, baik pihak yayasan dan SPPG hingga pelaporan persoalan tersebut kepada asosiasi SPPG dan BGN pihak yayasan menyampaikan hal tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan sehingga pihaknya siap dipertemukan dengan semua pihak untuk menuntaskan persoalan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *