Lombok Tengah – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus menunjukkan daya tarik yang kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan mencatat tren pertumbuhan positif yang signifikan sepanjang awal tahun 2026. Berdasarkan data resmi, jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi super prioritas ini sukses menembus angka 285.003 orang hanya dalam periode Januari hingga April 2026.
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, menegaskan bahwa pencapaian performa pada caturwulan pertama ini merefleksikan grafik pertumbuhan yang sangat sehat bagi ekosistem pariwisata Mandalika, terutama saat dikomparasikan dengan data periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kunjungan wisatawan dari Januari-April itu ada pada angka 285.003 pengunjung. Artinya, ini adalah angka yang cukup baik untuk Mandalika,” ujar Troy saat memberikan keterangan pers di kawasan Mandalika, Jumat (22/5/2026).
Menurut Troy, para wisatawan kini tidak lagi sekadar berkunjung dalam waktu singkat atau melakukan perjalanan harian (one-day trip). Mereka memilih untuk menghabiskan waktu lebih lama untuk mengeksplorasi keindahan alam dan fasilitas yang ada di Mandalika.
“Saat ini, rata-rata wisatawan menghabiskan waktu selama 2, 3 hari di Mandalika. Angka tersebut meningkat dibanding periode sebelumnya,” tutur Troy merinci.
Peningkatan durasi tinggal ini langsung memberikan efek domino yang positif terhadap geliat roda ekonomi para pelaku usaha akomodasi setempat.
“Dengan waktu menetap yang lebih panjang, tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di dalam kawasan KEK Mandalika ikut naik.
ITDC mencatat angka okupansi hotel pada periode ini menyentuh 44,57 persen. Angka tersebut menunjukkan lonjakan yang cukup meyakinkan jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya yang tertahan di posisi 41,54 persen.
Pihak ITDC optimistis bahwa tren positif ini akan terus terjaga, terlebih dengan adanya berbagai rangkaian acara nasional maupun internasional yang dijadwalkan akan berlangsung di Sirkuit Mandalika sepanjang tahun 2026.
Pengembangan fasilitas penunjang dan promosi yang agresif dinilai menjadi kunci utama dalam mempertahankan momentum pertumbuhan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.












