Berita

Kepala Karantina NTB Ikut serta dalam MOU  SOP  Instruksi Kerja Bersama Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) 

×

Kepala Karantina NTB Ikut serta dalam MOU  SOP  Instruksi Kerja Bersama Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) 

Sebarkan artikel ini

Lombok Tengah- Kepala Karantina NTB bersama Instansi terkait hadiri kegiatan penandatanganan Standar Operasional Prosedur (SOP) /Instruksi Kerja Bersama Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) di Ruang Rapat Mandalika, Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada (11/9/2025)

Tujuan dari SOP Bersama TPFT di bandara adalah untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses logistik, meningkatkan keamanan, dan mengintegrasikan berbagai instansi pemeriksaan dalam satu lokasi terpadu. Dengan begitu, dapat meminimalkan resiko keamanan, mengoptimalkan pengawasan, mempercepat arus barang, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT, Kantor Pengawasan & Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mataram,

Baca Juga :  Anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP Layangkan Surat Nota Keberatan Terkait Program Bansos RP 40 Miliar

General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dan instansi terkait lainnya.

Farhan Ramli, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Bandara Lombok, Menjelaskan bahwa TPFT merupakan bagian penting dari New Logistic Ecosystem yang mengintegrasikan berbagai lembaga pengawasan, seperti bea cukai, karantina, dan keamanan penerbangan menjadi satu titik pemeriksaan yang lebih efisien serta akurasi dalam pengawasan barang dan penumpang, khusus nya pengawasan terhadap komoditas karantina sangat terbantu dengan adanya kolaborasi dari instansi lainnya.

Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, mengatakan, “SOP Bersama TPFT di bandara sangat penting bagi Badan Karantina Indonesia untuk melindungi sumber daya hayati dari hama dan penyakit, memastikan kepatuhan impor, meningkatkan efisiensi pelayanan, dan mendukung ekspor produk pertanian/perikanan melalui pemeriksaan yang terintegrasi dan berbasis risiko”.

Baca Juga :  Program Early Bird, Tiket MotoGP 2025 Kategori Premium Grandstand Habis Terjual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *